Belajar dari setan

02/10/2010

Sebagai seorang manusia, kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dari segala objek apapun di dunia ini. Tidak peduli bagaimana objeknya, baik atau buruk, yang terpenting adalah pelajaran positif yang terdapat padanya. Ada dalil yang mengatakan bahwa, walaupun dari mulut seekor anjing, kebenaran harus tetap diambil.

Nah, salah satu contohnya adalah bagaimana kita belajar dari sesosok setan. Kita tahu bahwa setan memang merupakan musuh kita bersama, dikarenakan oleh bujuk rayunya yang membuat kita terlena akan kehidupan dunia, dan melakukan pelanggaran-pelarangan terhadap larangan-larangan yang telah ditetapkan Tuhan terhadap kita. Akan tetapi, ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Bukan sifat buruknya tentunya, akan tetapi perilaku produktif yang digunakan dalam menjalankan sifat buruknya tersebut.

Inilah daftarnya :

1. Kerja keras

Sudah terbukti bahwa setan senantiasa akan menggoda kita dengan kerja keras. Pagi, siang, malam,  mereka selalu menggoda kita (hal ini disebabkan karena kelebihan pada mereka). Mereka melakukan itu karena mereka berusaha untuk mendapatkan kawan sebanyak-banyaknya di neraka kelak. Karena itu, sebagai manusia kita hendaknya bisa juga bekerja keras, karena memang pada hakikatnya dunia ini tidak lebih dari tempat “bersenda gurau”  saja. Karena itu, hendaknya kita selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya nanti, setelah kita mati.

2. Konsisten dan tidak putus asa

Sebagai seorang setan, sepertinya memang tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya dalam menggoda manusia. Apapun ceritanya, baik itu ia telah gagal, telah terbakar oleh doa manusia, dll, ia tetap saja berusaha. Terus menerus, tanpa berhenti. Hendaknya kita juga bisa konsisten, terhadap pekerjaan-pekerjaan positif kita, seperti ibadah, bekerja, dll. Sesuai dengan quote berikut : “bekerjalah kamu seakan2 kamu masih hidup 1000 tahun lagi”.

3. Inovasi

Apabila setan tak mampu menggoda kita dengan suatu cara, ia akan menggunakan cara lainnya. Berbagai planning dilakukan olehnya, terus-menerus hingga berhasil. Inilah sebuah inovasi yang dilakukan olehnya. Ia selalu membuat cara-cara baru, hingga ia bisa berhasil menggoda nantinya. Hendaknya kita bisa meniru sifat giat berinovasi ini.

Semoga saja kita bisa meniru sifat-sifat produktif tersebut, untuk selanjutnya kita gunakan dalam hal-hal yang positif. Sehingga, kita benar-benar bisa menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Akhir kata, saya berdoa semoga kita termasuk orang-orang yang berhasil, dan mendapatkan tempat sebaik-baiknya di surga kelak. Amin..

Iklan

5 Tanggapan to “Belajar dari setan”

  1. rosendi said

    Beuh yang ane kebayang klo pengen bisa ngalain setan brarti kita harus melebihi minimal menyeimbangin kemampuan kita dengan setan ya?
    Setan pekerja keras >< Manusia didalam tempurung/ kaku = KALAH

    Ia, mungkin itu salah satu caranya..
    Misalkan setannya inovasi menggoda kita, ya kita juga inovasi mempertahankan keimanan.. 😉

  2. Jalius HR said

    —————-
    لسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُ اللهِ وَبَرَ كَا تُهُ
    ——————————-

    Terima kasih, analisanya sangat bagus.
    Saya menyumbang satu poin untuk tulisan tersebut, yakni mereka sangat “Solid” tidak pernah beda tafsir dan pemikiran. Mereka selalu menjaga persatuan tidak ada saling mengkhianati diantara mereka.

    Thanks Mas..
    Ya, poin yang menarik Mas. Memang masih banyak lagi “sisi lain” yang belum terbahas.. 😀

  3. Ismail Hassan said

    Saya amat terharu dengan renungan yang dipaparkan di laman ini kerana ia memberi sesuatu yang berbeza dari apa yang selalu saya dengar dan baca.

    Semoga terus maju untuk semua.

    Amiin.. Terima kasih banyak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: