Suatu perbuatan dinilai dari niatnya, bukan dari apa yang terlihat

06/02/2010

Terkadang kita sering berpikiran buruk terhadap orang, yang mana orang tersebut mengerjakan sesuatu yang kita anggap buruk. Terkadang kita menjadi sinis dan marah dalam memperhatikannya. Namun, benarkah itu suatu hal yang buruk ? Padahal buruk-baiknya hanya diri kitalah yang menentukannya, tanpa kita tanyakan diskusikan dulu pada orang tersebut. Hal yang tidak adil bukan ?

Karena itulah, baik dan buruk itu sebenarnya ditentukan oleh niat. Bagaimana tidak, terkadang niat buruk bisa dilakukan dengan tindakan yang baik bukan ?. Misalkan ketika ada seorang yang menjadi pemimpin di suatu daerah. Ia bersikap baik pada masyarakatnya. Padahal, itu dilakukan semata-mata hanya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Di balik itu semua, ia ternyata menghianati masyarakat dengan mengkorupsi uang misalnya, dan lain lain. Niat buruk, tapi terlihat sebagai perbuatan mulia kan ? Atau sebaliknya, ketika ada kerja bakti, kita melihat ada orang yang malah duduk santai sambil minum. Kita katakan orang tersebut salah, karena tidak bekerja. Padahal, di luar sepengetahuan kita, dia sudah bekerja dari pagi-pagi sekali, sebelum kita datang. Wajar dia beristirahat saat itu.

Dari contoh kasus diatas, masihkah kita yakin kita bisa menentukan baik – buruk pekerjaan dari apa yang kita lihat ?. Saya pribadi menjawab tidak. Sebelum pelakunya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kita, saya rasa memang tidak bisa kita memastikannya. Walaupun terkadang kita benar, namun kita tidak bisa memastikannya. Karena memang hanya niatlah yang menentukan semua itu. Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam menjalankan niatnya, karena itu tidak semua orang tahu baik buruk niatnya. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu berpikir positif. Jikalau memang ada hal-hal yang buruk yang kita lihat, hendaknya kita tanyakan dulu alasannya melakukannya, barulah kita bisa menentukan baik buruknya. Segala sesuatu itu dimulai dari niat, dan apa yang didapatkan dari pelakunya adalah sesuai dengan niat yang dilakukan. Jadi, marilah budayakan berpikir positif dan berbaik sangka. Semoga hidup kita menjadi lebih baik dengan hal tersebut.

Iklan

2 Tanggapan to “Suatu perbuatan dinilai dari niatnya, bukan dari apa yang terlihat”

  1. Malik said

    Benar juga apa yg dikatakan dalam artikel ini.
    Namun, ada baiknya kita juga senantiasa “berwaspada sangka” terhadap hal-hal yang buruk, sehingga kita tidak dirugikan olehnya.

    Ya, benar sekali.
    Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi juga..

  2. Yups..terkadang kita gak bisa memastikan baik dan buruknya seseorang…walo ternyata memang kita benar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: