<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Renungan Hidup</title>
	<atom:link href="http://renunganhidup.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://renunganhidup.wordpress.com</link>
	<description>Renungan akan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Oct 2010 23:48:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='renunganhidup.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Renungan Hidup</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://renunganhidup.wordpress.com/osd.xml" title="Renungan Hidup" />
	<atom:link rel='hub' href='http://renunganhidup.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Belajar dari setan</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/10/02/belajar-dari-setan/</link>
		<comments>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/10/02/belajar-dari-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 23:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kharda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renunganhidup.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang manusia, kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dari segala objek apapun di dunia ini. Tidak peduli bagaimana objeknya, baik atau buruk, yang terpenting adalah pelajaran positif yang terdapat padanya. Ada dalil yang mengatakan bahwa, walaupun dari mulut seekor anjing, kebenaran harus tetap diambil. Nah, salah satu contohnya adalah bagaimana kita belajar dari sesosok setan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=40&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p lang="id">Sebagai seorang manusia, kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dari segala objek apapun di dunia ini. Tidak peduli bagaimana objeknya, baik atau buruk, yang terpenting adalah pelajaran positif yang terdapat padanya. Ada dalil yang mengatakan bahwa, walaupun dari mulut seekor anjing, kebenaran harus tetap diambil.</p>
<p lang="id"><a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/10/devil_interview.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-43" title="devil_interview" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/10/devil_interview.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p lang="id">
<p lang="id">Nah, salah satu contohnya adalah bagaimana kita belajar dari sesosok setan. Kita tahu bahwa setan memang merupakan musuh kita bersama, dikarenakan oleh bujuk rayunya yang membuat kita terlena akan kehidupan dunia, dan melakukan pelanggaran-pelarangan terhadap larangan-larangan yang telah ditetapkan Tuhan terhadap kita. Akan tetapi, ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Bukan sifat buruknya tentunya, akan tetapi perilaku produktif yang digunakan dalam menjalankan sifat buruknya tersebut.</p>
<p lang="id">
<p lang="id">Inilah daftarnya :</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p lang="id">1. Kerja keras</p>
<p lang="id">Sudah terbukti bahwa setan senantiasa akan menggoda kita dengan kerja keras. Pagi, siang, malam,  mereka selalu menggoda kita (hal ini disebabkan karena kelebihan pada mereka). Mereka melakukan itu karena mereka berusaha untuk mendapatkan kawan sebanyak-banyaknya di neraka kelak. Karena itu, sebagai manusia kita hendaknya bisa juga bekerja keras, karena memang pada hakikatnya dunia ini tidak lebih dari tempat &#8220;bersenda gurau&#8221;  saja. Karena itu, hendaknya kita selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya nanti, setelah kita mati.</p>
<p lang="id">2. Konsisten dan tidak putus asa</p>
<p lang="id">Sebagai seorang setan, sepertinya memang tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya dalam menggoda manusia. Apapun ceritanya, baik itu ia telah gagal, telah terbakar oleh doa manusia, dll, ia tetap saja berusaha. Terus menerus, tanpa berhenti. Hendaknya kita juga bisa konsisten, terhadap pekerjaan-pekerjaan positif kita, seperti ibadah, bekerja, dll. Sesuai dengan quote berikut : &#8220;bekerjalah kamu seakan2 kamu masih hidup 1000 tahun lagi&#8221;.</p>
<p lang="id">3. Inovasi</p>
<p lang="id">Apabila setan tak mampu menggoda kita dengan suatu cara, ia akan menggunakan cara lainnya. Berbagai planning dilakukan olehnya, terus-menerus hingga berhasil. Inilah sebuah inovasi yang dilakukan olehnya. Ia selalu membuat cara-cara baru, hingga ia bisa berhasil menggoda nantinya. Hendaknya kita bisa meniru sifat giat berinovasi ini.</p>
<p lang="id">
<p lang="id">Semoga saja kita bisa meniru sifat-sifat produktif tersebut, untuk selanjutnya kita gunakan dalam hal-hal yang positif. Sehingga, kita benar-benar bisa menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Akhir kata, saya berdoa semoga kita termasuk orang-orang yang berhasil, dan mendapatkan tempat sebaik-baiknya di surga kelak. Amin..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renunganhidup.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renunganhidup.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=40&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/10/02/belajar-dari-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc7e1395d5244036d7199c42112b354e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kharda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/10/devil_interview.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">devil_interview</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu perbuatan dinilai dari niatnya, bukan dari apa yang terlihat</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/02/06/suatu-perbuatan-dinilai-dari-niatnya-bukan-dari-apa-yang-terlihat/</link>
		<comments>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/02/06/suatu-perbuatan-dinilai-dari-niatnya-bukan-dari-apa-yang-terlihat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perenunghidup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[terlihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renunganhidup.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita sering berpikiran buruk terhadap orang, yang mana orang tersebut mengerjakan sesuatu yang kita anggap buruk. Terkadang kita menjadi sinis dan marah dalam memperhatikannya. Namun, benarkah itu suatu hal yang buruk ? Padahal buruk-baiknya hanya diri kitalah yang menentukannya, tanpa kita tanyakan diskusikan dulu pada orang tersebut. Hal yang tidak adil bukan ? Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=23&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p lang="id"><a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/02/canola-flowers_190751.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-29" title="canola-flowers_19075" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/02/canola-flowers_190751.jpg?w=413&#038;h=273" alt="" width="413" height="273" /></a></p>
<p lang="id">Terkadang kita sering berpikiran buruk terhadap orang, yang mana orang tersebut mengerjakan sesuatu yang kita anggap buruk. Terkadang kita menjadi sinis dan marah dalam memperhatikannya. Namun, benarkah itu suatu hal yang buruk ? Padahal buruk-baiknya hanya diri kitalah yang menentukannya, tanpa kita tanyakan diskusikan dulu pada orang tersebut. Hal yang tidak adil bukan ?</p>
<p lang="id"><span id="more-23"></span></p>
<p lang="id">
<p lang="id">Karena itulah, baik dan buruk itu sebenarnya ditentukan oleh niat. Bagaimana tidak, terkadang niat buruk bisa dilakukan dengan tindakan yang baik bukan ?. Misalkan ketika ada seorang yang menjadi pemimpin di suatu daerah. Ia bersikap baik pada masyarakatnya. Padahal, itu dilakukan semata-mata hanya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Di balik itu semua, ia ternyata menghianati masyarakat dengan mengkorupsi uang misalnya, dan lain lain. Niat buruk, tapi terlihat sebagai perbuatan mulia kan ? Atau sebaliknya, ketika ada kerja bakti, kita melihat ada orang yang malah duduk santai sambil minum. Kita katakan orang tersebut salah, karena tidak bekerja. Padahal, di luar sepengetahuan kita, dia sudah bekerja dari pagi-pagi sekali, sebelum kita datang. Wajar dia beristirahat saat itu.</p>
<p lang="id">
<p lang="id">Dari contoh kasus diatas, masihkah kita yakin kita bisa menentukan baik &#8211; buruk pekerjaan dari apa yang kita lihat ?. Saya pribadi menjawab tidak. Sebelum pelakunya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kita, saya rasa memang tidak bisa kita memastikannya. Walaupun terkadang kita benar, namun kita tidak bisa memastikannya. Karena memang hanya niatlah yang menentukan semua itu. Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam menjalankan niatnya, karena itu tidak semua orang tahu baik buruk niatnya. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu berpikir positif. Jikalau memang ada hal-hal yang buruk yang kita lihat, hendaknya kita tanyakan dulu alasannya melakukannya, barulah kita bisa menentukan baik buruknya. Segala sesuatu itu dimulai dari niat, dan apa yang didapatkan dari pelakunya adalah sesuai dengan niat yang dilakukan. Jadi, marilah budayakan berpikir positif dan berbaik sangka. Semoga hidup kita menjadi lebih baik dengan hal tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renunganhidup.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renunganhidup.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=23&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renunganhidup.wordpress.com/2010/02/06/suatu-perbuatan-dinilai-dari-niatnya-bukan-dari-apa-yang-terlihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9fc8098745b90be735932e59d8241d2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">perenunghidup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2010/02/canola-flowers_190751.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">canola-flowers_19075</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beda jalan, beda tantangan, beda kesuksesan</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/17/beda-jalan-beda-tantangan-beda-kesuksesan/</link>
		<comments>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/17/beda-jalan-beda-tantangan-beda-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perenunghidup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renunganhidup.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita berpikir bahwa kesuksesan itu ialah ketika kita sudah kaya dan hidup berkecukupan. Padahal, kehidupan ini menyajikan banyak sekali jalan yang bisa kita tempuh. Berbeda jalan yang kita tempuh, berbeda pula tantangannya. Karena itu, ketika kita tidak berada di jalan yang kita inginkan (misalkan ketika kita tidak lulus pada jurusan yang kita diinginkan), belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=20&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/way-full.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-33" title="way-full" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/way-full.jpg?w=431&#038;h=234" alt="" width="431" height="234" /></a></p>
<p>Terkadang kita berpikir bahwa kesuksesan itu ialah ketika kita sudah kaya dan hidup berkecukupan. Padahal, kehidupan ini menyajikan banyak sekali jalan yang bisa kita tempuh. Berbeda jalan yang kita tempuh, berbeda pula tantangannya.</p>
<p>Karena itu, ketika kita tidak berada di jalan yang kita inginkan (misalkan ketika kita tidak lulus pada jurusan yang kita diinginkan), belum berarti kita gagal dalam mencapai kesuksesan. Yang terjadi hanyalah, kita hanya tidak bisa mengambil jalan kesuksesan yang kita inginkan, tapi kita tetap bisa mengambil jalan-jalan kesuksesan lainnya. Berbeda jalan yang kita tempuh, maka akan berbeda pula tantangannya, berbeda pula arti kesuksesannya.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Sebagai contoh, kesuksesan bagi seorang pemain bola bukanlah ketika ia mendapat gaji yang tinggi, namun kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika ia mendapatkan penghargaan dan/atau mengantarkan timnya mendapat penghargaan. Begitu juga dengan seorang guru, tantangannya adalah agar ia mampu mendidik para muridnya menjadi orang yang berhasil. Sehingga ketika muridnya sudah berhasil, maka guru itu sudah dikatakan sukses.</p>
<p>Karena itu, janganlah kita menyombongkan diri dengan kesuksesan kita, dan menganggap orang lain telah gagal mencapai kesuksesannya. Karena kita tidaklah mengetahui dengan jelas, jalan apa yang sedang ditempuh oleh seseorang. Dengan begitu indikator kesuksesannya pun tidak kita ketahui.<br />
Hendaknya kita menghormati setiap jalan yang ditempuh oleh orang lain, dimana ia akan menghadapi tantangan yang berbeda dengan yang kita hadapi. Karena itulah, sukses itu banyak macamnya, tergantung dari jalan kesuksesan mana yang kita tempuh. Kita sendirilah yang menentukannya, kita yang mengaturnya. Ketika kita telah menggapainya, itulah yang merupakan arti sukses yang sebenarnya. Bukan pada pujian atau perkataan dari orang lain. Diri kita, kita sendirilah yang paling mengetahuinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renunganhidup.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renunganhidup.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=20&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/17/beda-jalan-beda-tantangan-beda-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9fc8098745b90be735932e59d8241d2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">perenunghidup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/way-full.jpg?w=297" medium="image">
			<media:title type="html">way-full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah nyata, tokoh besar yang menerima karena memberi</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/04/kisah-nyata-tokoh-besar-yang-menerima-karena-memberi/</link>
		<comments>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/04/kisah-nyata-tokoh-besar-yang-menerima-karena-memberi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 13:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perenunghidup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renunganhidup.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Inilah sebuah kisah nyata, yang patut kita renungi. Dimana kita bisa mendapatkan sesuatu dengan memberi terlebih dahulu. Biasa disebut dengan hukum menabur dan menuai. Dimana, kita melakukan sesuatu untuk sesuatu di luar diri kita, untuk kemudian mendapatkannya pada diri kita. Hal ini memang sudah terbukti keamppuhannya. Dalam agama Islam, sering disebut apabila sedekah yang diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=9&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Inilah sebuah kisah nyata, yang patut kita renungi. Dimana kita bisa mendapatkan sesuatu dengan memberi terlebih dahulu. Biasa disebut dengan hukum menabur dan menuai. Dimana, kita melakukan sesuatu untuk sesuatu di luar diri kita, untuk kemudian mendapatkannya pada diri kita. Hal ini memang sudah terbukti keamppuhannya. Dalam agama Islam, sering disebut apabila sedekah yang diberikan dengan ikhlas, bukannya membuat kita menjadi miskin, akan tetapi semakin kaya !. Itu terbukti sesuai dengan janjiNYA. Begitu juga usaha yang kita berikan, seperti menolong orang, dll. Yakinlah, nantinya kita akan mendapatkan balasan yang Insyaallah lebih baik lagi, dengan berbagai cara, yang bahkan terkadang kita tidak menyadarinya. Berikut salah satu kisah yang melibatkan dua pesohor yang sangat sukses dan terkenal di dunia ini tentang hal tersebut, silahkan disimak.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-9"></span></p>
<p>Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah huta, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya seang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda A tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda B yang terperosok itu dapat diselamatkan. Pemuda A memapah pemuda B pulang ke rumahnya.</p>
<p>Ternyata, rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah.. Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberi uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.<br />
Pemuda A adalah seorang yang miskin, sedangkan pemuda B adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/fleming1.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-13" title="Fleming" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/fleming1.gif?w=300&#038;h=216" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Siapakah pemuda miskin (pemuda A) tersebut ? Dialah Alexander Fleming, yang kemudian menemukan obat penisilin. Sementara iyu, si pemuda bangsawan (pemuda B) masuk dinas militer dan melakukan tugas ke medan perang. Ia terluka parah hingga demam sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu infeksi tersebut belum ada obatnya. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr. Fleming dan mereka menyuntikkan penisilin yang merupakan obat penemuan baru ke pemuda bangasawan tersebut. Dan ternyata, berangsur-angsur demam akibat infeksi  itu reda dan si pemuda itu sembuh !</p>
<p style="text-align:center;">Nah siapakah pemuda bangsawan tersebut ? Dialah Winston Churcil, PM Inggris yang mahsyur itu !<br />
<a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/churcil1.jpg"><img class="size-medium wp-image-12 aligncenter" title="churcil" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/churcil1.jpg?w=300&#038;h=245" alt="" width="300" height="245" /></a><br />
Dari kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Dimana Fleming terkabul cita-citanya, setelah menabur kebaikan dengan menolong Churcil dahulu. Sementara itu, Churcil selamat jiwanya melalui obat dari Flaming, jadi tidak sia-sia juga bukan beasiswa yang diberikan ayah Churcil kepada Fleming ?</p>
<p>Sumber : ebook motivasi net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renunganhidup.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renunganhidup.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=9&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/12/04/kisah-nyata-tokoh-besar-yang-menerima-karena-memberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9fc8098745b90be735932e59d8241d2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">perenunghidup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/fleming1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Fleming</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/12/churcil1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">churcil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah di kota besar, mau pintar malah jadi bodoh ?</title>
		<link>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/07/18/kuliah-di-kota-besar-mau-pintar-malah-jadi-bodoh/</link>
		<comments>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/07/18/kuliah-di-kota-besar-mau-pintar-malah-jadi-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 05:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perenunghidup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renunganhidup.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai anak desa (baca:jauh dari ibu kota) saya sadar betul bahwa kuliah di kota jauh lebih baik daripada di desa. Hal itu bisa dimaklumi. Di kota, infrastruktur dan tenaga pengajarnya pastilah lebih bagus. Saya rasa itu adalah syarat cukup (selain usaha dari diri kita sendiri) untuk mencapai keberhasilan dalam kuliah. Namun saya baru sadar. Ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=5&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai anak desa (baca:jauh dari ibu kota) saya sadar betul bahwa kuliah di kota jauh lebih baik daripada di desa. Hal itu bisa dimaklumi. Di kota, infrastruktur dan tenaga pengajarnya pastilah lebih bagus. Saya rasa itu adalah syarat cukup (selain usaha dari diri kita sendiri) untuk mencapai keberhasilan dalam kuliah. Namun saya baru sadar. Ternyata begitu banyak faktor x yang akan membelokkan pemikiran saya tadi.</p>
<p><a href="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/07/jakarta1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16" title="JAKARTA LENGANG" src="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/07/jakarta1.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a><span id="more-5"></span></p>
<p>Salah satunya adalah soal makanan. Sebagai seorang perantau, makan di warung hampir tidak terhindarkan lagi. Ini bukan hanya persoalan tak bisa memasak, tapi juga masalah waktu dan lokasi. Terkadang bila kita sedang di kampus, atau bila kita pulang malam, kita makan di warung. Namun sesungguhnya, bukan kegiatannya yang membuat kita tidak sukses. Namun, apa yang kita makan.</p>
<p>Makanan di warung-warung (apalagi makanan cepat saji) memakai banyak bahan kimia yang tidak baik untuk tubuh dan juga memakai vetsin. Vetsin inilah sumber ketakutan saya. Dari desas-desus yang saya dengar, vetsin secara tidak langsung dapat membuat kita menjadi bodoh. Dengan vetsin kita bisa malas, dan mengalami penurunan kemampuan berpikir. Sehingga, usaha kita untuk belajar di kota untuk menjadi pintar, bisa-bisa hasilnya malah berbalik 90 derajat. Kita bisa-bisa malah jadi bodoh.</p>
<p>Karena itu, saya sangat mengharapkan warung-warung menggunakan penyedap alami. Ini juga demi masa depan kita. Akan tetapi, bagaimanapun juga, setiap sukses yang ingin kita raih, harus ada harga yang kita &#8220;bayar&#8221;. Mungkin, selain waktu dan uang, hal tersebut juga termasuk salah satu bayarannya. Semoga saja kita bisa menghindarinya dengan sebaik-baiknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/renunganhidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/renunganhidup.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=renunganhidup.wordpress.com&amp;blog=8012815&amp;post=5&amp;subd=renunganhidup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renunganhidup.wordpress.com/2009/07/18/kuliah-di-kota-besar-mau-pintar-malah-jadi-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9fc8098745b90be735932e59d8241d2b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">perenunghidup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renunganhidup.files.wordpress.com/2009/07/jakarta1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JAKARTA LENGANG</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
