Belajar dari setan

02/10/2010

Sebagai seorang manusia, kita hendaknya bisa mengambil pelajaran dari segala objek apapun di dunia ini. Tidak peduli bagaimana objeknya, baik atau buruk, yang terpenting adalah pelajaran positif yang terdapat padanya. Ada dalil yang mengatakan bahwa, walaupun dari mulut seekor anjing, kebenaran harus tetap diambil.

Nah, salah satu contohnya adalah bagaimana kita belajar dari sesosok setan. Kita tahu bahwa setan memang merupakan musuh kita bersama, dikarenakan oleh bujuk rayunya yang membuat kita terlena akan kehidupan dunia, dan melakukan pelanggaran-pelarangan terhadap larangan-larangan yang telah ditetapkan Tuhan terhadap kita. Akan tetapi, ada pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Bukan sifat buruknya tentunya, akan tetapi perilaku produktif yang digunakan dalam menjalankan sifat buruknya tersebut.

Inilah daftarnya :

Baca entri selengkapnya »

Terkadang kita sering berpikiran buruk terhadap orang, yang mana orang tersebut mengerjakan sesuatu yang kita anggap buruk. Terkadang kita menjadi sinis dan marah dalam memperhatikannya. Namun, benarkah itu suatu hal yang buruk ? Padahal buruk-baiknya hanya diri kitalah yang menentukannya, tanpa kita tanyakan diskusikan dulu pada orang tersebut. Hal yang tidak adil bukan ?

Baca entri selengkapnya »

Terkadang kita berpikir bahwa kesuksesan itu ialah ketika kita sudah kaya dan hidup berkecukupan. Padahal, kehidupan ini menyajikan banyak sekali jalan yang bisa kita tempuh. Berbeda jalan yang kita tempuh, berbeda pula tantangannya.

Karena itu, ketika kita tidak berada di jalan yang kita inginkan (misalkan ketika kita tidak lulus pada jurusan yang kita diinginkan), belum berarti kita gagal dalam mencapai kesuksesan. Yang terjadi hanyalah, kita hanya tidak bisa mengambil jalan kesuksesan yang kita inginkan, tapi kita tetap bisa mengambil jalan-jalan kesuksesan lainnya. Berbeda jalan yang kita tempuh, maka akan berbeda pula tantangannya, berbeda pula arti kesuksesannya.

Baca entri selengkapnya »

Inilah sebuah kisah nyata, yang patut kita renungi. Dimana kita bisa mendapatkan sesuatu dengan memberi terlebih dahulu. Biasa disebut dengan hukum menabur dan menuai. Dimana, kita melakukan sesuatu untuk sesuatu di luar diri kita, untuk kemudian mendapatkannya pada diri kita. Hal ini memang sudah terbukti keamppuhannya. Dalam agama Islam, sering disebut apabila sedekah yang diberikan dengan ikhlas, bukannya membuat kita menjadi miskin, akan tetapi semakin kaya !. Itu terbukti sesuai dengan janjiNYA. Begitu juga usaha yang kita berikan, seperti menolong orang, dll. Yakinlah, nantinya kita akan mendapatkan balasan yang Insyaallah lebih baik lagi, dengan berbagai cara, yang bahkan terkadang kita tidak menyadarinya. Berikut salah satu kisah yang melibatkan dua pesohor yang sangat sukses dan terkenal di dunia ini tentang hal tersebut, silahkan disimak.

Baca entri selengkapnya »

Sebagai anak desa (baca:jauh dari ibu kota) saya sadar betul bahwa kuliah di kota jauh lebih baik daripada di desa. Hal itu bisa dimaklumi. Di kota, infrastruktur dan tenaga pengajarnya pastilah lebih bagus. Saya rasa itu adalah syarat cukup (selain usaha dari diri kita sendiri) untuk mencapai keberhasilan dalam kuliah. Namun saya baru sadar. Ternyata begitu banyak faktor x yang akan membelokkan pemikiran saya tadi.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.